Air merupakan salah satu komponen kehidupan yang penting selain udara
dan tanah. Kualitas air sangat berpengaruh terhadap organisme yang
menggunakannya. Jika kualitas air buruk, maka dapat membahayakan bagi
penggunanya. Beberapa penyebab air buruk kulitasnya adalah kandungan
besi yang terlalu tinggi, kandungan klorin, dapat juga dari adanya
mikroorganisme dalam air.
Bahaya air tercemar yang digunakan untuk manusia, dalam jangka pendek
dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Sedangkan dalam jangka
panjang, air yang mengandung logam berat diatas ambang yang ditentukan
dapat meracuni tubuh, kadar kapur yang terlalu tinggi juga dapat
mengendap dalam tubuh. Tidak hanya manusia, hewan dan tanaman juga
membutuhkan air yang baik untuk kelangsungan hidupnya. Walaupun, syarat
kualitas air baik yang digunakan untuk manusia, hewan, dan tanaman
memiliki perbedaan.
Secara umum, kualitas air dapat dilihat dari sifat fisik dan
kimianya. Secara fisik air yang baik memiliki sifat tidak berbau, tidak
berasa, dan tidak berwarna. Sedangkan untuk sifat kimia, beberapa
parameter yang bisa diujikan antara lain: pH, kesadahan, kekeruhan,
kandungan logam berat, COD, dan BOD. Setiap parameter memiliki batas
minimum tertentu agar layak digunakan.
Air yang baik memiliki pH netral, kesadahan rendah, dan kandungan
logam berat yang rendah. Cara yang dapat digunakan untuk menjernihkan
air adalah dengan penyaringan yang dilanjutkan dengan penjernihan.
Namun, penyaringan secara konvensional seperti penggunaan kerikil,
pasir, dan ijuk hanya dapat menghilangkan pengotor yang berukuran mikro,
sedangkan untuk ion, atau logam berat masih berada dalam air. Hal ini
dapat diatasi dengan penambahan beberapa material penyaringan yang
khusus. Antara lain penggunaan tawas yang digunakan sebagai penjernih
air, penggunaan zeolite sebagai ion exchanger, dan juga penggunaan
karbon aktif yang dapat menjerap logam berat dalam air. Air yang
memiliki kadar garam yang tinggi harus diturunkan kadar garamnya agar
dapat digunakan. Salah satu cara yang digunakan adalah reverse oxygen
system yang dapat mendesalinasi air sehingga air garam menjadi air
tawar.
Cara kerja tawas adalah mengendapkan kotoran menjadi flok sehingga dapat
dipisahkan dari air, namun tawas tidak dapat menghilangkan bakteri dan
tidak mempengaruhi nilai pH air. Kaporit dapat digunakan sebagai
penghilang bakteri. Arang aktif yang dapat menjerap pengotor seperti
logam berat besi, sehingga air yang dihasilkan tidak berbau lagi.
Penjernih air yang lain adalah penggunaan resin untuk menurunkan kadar
kapur, karena terjadi pertukaran ion.
Pengolahan air diharapkan tidak hanya menyaring air menjadi jernih
secara fisik, namun juga dapat menjernihkan air sehingga benar-benar
aman untuk dikonsumsi. Pengolahan air lainnya dapat menggunakan
penyaringan yang melibatkan adsorpsi (penjerapan) oleh bahan penjerap
seperti zeolit, pasir silika, dan magnetit. Bahan-bahan tersebut dapat
menjerap logam berat yang ada dalam air tetapi mempunyai efisiensi
penjerapan yang kurang efektif untuk digunakan secara berkesinambungan.
Proses penyaringan sebenarnya sangatlah efektif dan efisien digunakan
untuk kebutuhan rumah tangga dan industri tetapi harus didukung dengan
bahan penjerap atau media yang berkualitas. HYDRO Alat Penjernih
Air menggunakan media PROFEX lebih halus dengan ukuran mediakurang dari
1 mm dan grade number pire size lebih dari 1100 point, sehingga lebih
banyak pori-pori yang merap kotoran dan terbukti 10x lebih tahan
dibanding media lainnya.
Teknologi pemurnian air yang murah dan sederhana tetapi menghasilkan
kualitas air bersih yang baik harus selalu dikembangkan demi menciptakan
kualitas hidup yang lebih baik.
HYDRO Water Solution for Human Life. Nikmati Kesegaran Air Bersih dan Sehat HYDRO Alat Penjernih Air bersama Keluarga Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar