Kondisi kebersihan air
dan lingkungan di sebagian besar daerah di Indonesia masih sangat buruk.
Situasi ini menyebabkan tingginya kerawanan anak terhadap penyakit yang
ditularkan lewat air. Pada 2004, hanya 50 persen penduduk Indonesia
yang mengambil air sejauh lebih dari 10 meter dari tempat pembuangan
kotoran. Ukuran ini menjadi standar universal keamanan air. Di Jakarta,
misalnya, 84 persen air dari sumur-sumur dangkal ternyata terkontaminasi
oleh bakteri faecal coliform.
Secara praktis masalah kebersihan menjadi tidak kondusif karena
masyarakat memang selalu tidak sadar akah hal tersebut. Tempat
pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dijaga dengan baik. Akibatnya
masalah diare, penyakit kulit, penyakit usus dan penyakit lain yang
disebabkan air sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Upaya
mengembangkan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat. Fakta
ini terjadi khususnya di daerah bekas bencana tsunami di Aceh dan
Sumatra Utara.
Disamping akses air bersih yang buruk, situasi kebersihan air dan
lingkungan diperparah oleh kegagalan penyuluhan bagi masyarakat kelas
bawah dan mereka yang tinggal di daerah kumuh untuk berperilaku bersih.
Bahkan penyediaan air minum yang bersih pun belum secara serius
dijadikan prioritas pembangunan di Indonesia terutama di tingkat
propinsi.
Sumber : UNICEF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar